By : Jhoni Lie
Tempat yang bagus tidak serta merta mewujudkan isi yang baik.
Tetapi tekad yang bagus pasti mewujudkan hal yang bagus.
Senin, 31 Mei 2010
By : Jhoni Lie
di tengah laut, suatu hari pasti akan terjadi ombak.
Jika tidak hari ini, bisa saja besok hal tersebut terjadi.
Agar tidak terseret oleh ombak, apapun yang berada dilaut tersebut harus sekokoh batu karang.
Begitu juga, kehidupan manusia akan dilanda oleh ombak seperti sakit, kecelakaan, bahkan meninggal dunia.
Jika tidak hari ini, bisa saja besok hal tersebut terjadi.
Agar tidak terseret oleh ombak, apapun yang berada dilaut tersebut harus sekokoh batu karang.
Begitu juga, kehidupan manusia akan dilanda oleh ombak seperti sakit, kecelakaan, bahkan meninggal dunia.
Rabu, 26 Mei 2010
"Jhoni Lie" Aliran Air
Ada sebuah lagu Indonesia yang dalam baris terakhir lagu tersebut berbunyi
"Biarkanlah Mengalir Seperti Air"
Kalimat tersebut bermakna unik.
Kita ambil sebuah contoh.
Kita semua mengetahui bahwa air selalu mengalir dari tempat yang tinggi menuju tempat yang lebih rendah.
Sekarang anggap kita sedang berdiri di bawah gunung yang diatasnya terdapat sumber air.
Apakah dengan serta merta air itu akan mengalir ke arah kita?
Yakinlah pasti tidak jika kita bukan berdiri tepat pada aliran air tesebut.
Bila kita ingin air tersebut mengalir ke tempat kita, ada 2 cara, yaitu
Berdiri tepat pada aliran air itu atau membuat jalur air baru yang mengarah ke tempat kita.
Walaupun lambat dan menantang, lakukan hal tersebut secara berkseinambungan.
Begitu pula dengan suatu pencapaian harapan.
Ada sebagian orang yang memang telah berdiri tepat pada jalur untuk mencapai harapan itu.
Namun, sebagian lainnya berdiri kurang tepat, belum tepat bahkan jauh dari jalur harapannya.
Apa yang sebaiknya dilakukan?
Buatlah jalur baru menuju ke jalur harapan itu dengan seluruh semangat, kemampuan dan seluruh kesungguhan.
Pastinya sesuai dengan kebenaran.
Dan dilandasi kesabaran .
Pasti Harapan itu akan mengalir menuju kearah anda seperti air yang mengalir ke waduk yang telah disediakan.
:)
"Biarkanlah Mengalir Seperti Air"
Kalimat tersebut bermakna unik.
Kita ambil sebuah contoh.
Kita semua mengetahui bahwa air selalu mengalir dari tempat yang tinggi menuju tempat yang lebih rendah.
Sekarang anggap kita sedang berdiri di bawah gunung yang diatasnya terdapat sumber air.
Apakah dengan serta merta air itu akan mengalir ke arah kita?
Yakinlah pasti tidak jika kita bukan berdiri tepat pada aliran air tesebut.
Bila kita ingin air tersebut mengalir ke tempat kita, ada 2 cara, yaitu
Berdiri tepat pada aliran air itu atau membuat jalur air baru yang mengarah ke tempat kita.
Walaupun lambat dan menantang, lakukan hal tersebut secara berkseinambungan.
Begitu pula dengan suatu pencapaian harapan.
Ada sebagian orang yang memang telah berdiri tepat pada jalur untuk mencapai harapan itu.
Namun, sebagian lainnya berdiri kurang tepat, belum tepat bahkan jauh dari jalur harapannya.
Apa yang sebaiknya dilakukan?
Buatlah jalur baru menuju ke jalur harapan itu dengan seluruh semangat, kemampuan dan seluruh kesungguhan.
Pastinya sesuai dengan kebenaran.
Dan dilandasi kesabaran .
Pasti Harapan itu akan mengalir menuju kearah anda seperti air yang mengalir ke waduk yang telah disediakan.
:)
Kamis, 20 Mei 2010
By : Jhoni Lie
This is made by my friend, Jhoni Lie.
Pernakah anda menaiki gunung yang terjal dan curam ?
Untuk melakukan hal tersebut, anda sebaiknya mempunyai persiapan fisik yang baik.
Juga perlengkapan yang memadai.
Begitu pula dalam kehidupan, anda butuh fisik yang sehat dan perlengkapan berupa pengetahuan / wawsasan yang luas agar anda dapat menang di setiap kesempatan.
Senantiasa belajar adalah satu-satunya jalan untuk mempersiapkan perlengkapan anda.
Sekedar informasi, beberapa tahun yang lalu ada seorang cacat yang dapat mencapai puncak mount everest.
Lihatlah dalam kebanyakan persepsi masyarakat, dia itu orang cacat.
Tapi ambil waktu sejenak, renungkanlah.
Dia yang tidak mempunyai kaki, karena semangat dan latihan yang dilakukan dapat mencapai mount everest.
Kebanyakan orang justru tidak berani pergi kesana.
Apalagi menaikinya.
Menurut anda siapakah yang cacat?
Tindakan dan pembelajaran adalah kunci pencapaian.
Jadi pilihan kembali kepada anda.
Anda ingin mencapai puncak atau hanya berada di bawah saja.
------------------------End-----------------------------------
Pernakah anda menaiki gunung yang terjal dan curam ?
Untuk melakukan hal tersebut, anda sebaiknya mempunyai persiapan fisik yang baik.
Juga perlengkapan yang memadai.
Begitu pula dalam kehidupan, anda butuh fisik yang sehat dan perlengkapan berupa pengetahuan / wawsasan yang luas agar anda dapat menang di setiap kesempatan.
Senantiasa belajar adalah satu-satunya jalan untuk mempersiapkan perlengkapan anda.
Sekedar informasi, beberapa tahun yang lalu ada seorang cacat yang dapat mencapai puncak mount everest.
Lihatlah dalam kebanyakan persepsi masyarakat, dia itu orang cacat.
Tapi ambil waktu sejenak, renungkanlah.
Dia yang tidak mempunyai kaki, karena semangat dan latihan yang dilakukan dapat mencapai mount everest.
Kebanyakan orang justru tidak berani pergi kesana.
Apalagi menaikinya.
Menurut anda siapakah yang cacat?
Tindakan dan pembelajaran adalah kunci pencapaian.
Jadi pilihan kembali kepada anda.
Anda ingin mencapai puncak atau hanya berada di bawah saja.
------------------------End-----------------------------------
Jumat, 14 Mei 2010
uhuk uhuk
Ughh,,,
my throat....
hukx..
really make me suffer..
T________T
somebody help me pls....
I'm gonna die now..
my throat....
hukx..
really make me suffer..
T________T
somebody help me pls....
I'm gonna die now..
Kamis, 13 Mei 2010
Langganan:
Postingan (Atom)